THE IMPACT OF PROCUREMENT DIGITALIZATION ON PUBLIC SPENDING EFFICIENCY IN BORDER REGIONS: EVIDENCE FROM WEST KALIMANTAN

Penulis

  • Iwan Ginanza Universitas Tanjungpura Pontianak
  • Maria Christiana Iman Kalis Universitas Tanjungpura Pontianak
  • M Irfani Hendri Universitas Tanjungpura Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.51195/iga.v16i2.127

Kata Kunci:

E-Procurement, Spending Efficiency, Digital Divide, Difference-In-Differences

Abstrak

Wilayah perbatasan menghadapi tantangan berat, termasuk biaya logistik yang tinggi, infrastruktur digital yang terbatas, dan koordinasi antarlembaga yang kompleks, yang berpotensi menghambat efektivitas penerapan pengadaan elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh digitalisasi pengadaan elektronik terhadap efisiensi belanja pemerintah di wilayah perbatasan, khususnya dengan mengkaji peran moderasi kesenjangan digital. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian eksplanatori, penelitian ini memanfaatkan data panel sekunder untuk periode 2020–2025. Unit analisis mencakup 14 kecamatan perbatasan yang tersebar di lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, sehingga menghasilkan total 84 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi data panel, perbedaan dalam perbedaan (DiD), dan regresi panel dengan variabel interaksi. Hasil empiris menunjukkan bahwa pengadaan elektronik berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi belanja pemerintah, serta menghasilkan penghematan belanja melalui pengurangan variasi harga dan peningkatan kualitas tata kelola. Selain itu, pengadaan elektronik secara signifikan memitigasi risiko pengadaan—yang dibuktikan dengan penurunan jumlah tender gagal, tender ulang, dan sengketa—serta mempercepat proses pengadaan secara substansial sehingga durasi penyelesaian menjadi lebih singkat. Namun, uji moderasi mengungkapkan bahwa kesenjangan digital tidak memoderasi hubungan antara pengadaan elektronik dan efisiensi belanja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan ekonomi biaya transaksi, Teori Pemerintahan Digital, dan Teori Kesenjangan Digital untuk menjelaskan efektivitas digitalisasi pengadaan. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan agar pemerintah mengimbangi perluasan pengadaan elektronik dengan pemerataan infrastruktur digital, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan kebijakan transformasi digital yang kuat guna mengoptimalkan efisiensi belanja di wilayah perbatasan.

Referensi

Aparicio, F., & Alarcón, S. (2018). Impact of e-procurement adoption on the performance of public procurement: Evidence from Peru. Global Journal of Business Research, 12(1), 1-14. Studi ini menekankan bahwa kualitas infrastruktur IT adalah faktor krusial bagi keberhasilan e-procurement di pemerintahan daerah, terutama di wilayah terpencil.

Barney, J. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. Journal of Management, 17(1), 99–120.

Croom, S., & Brandon-Jones, A. (2007). Impact of e-procurement on procurement practices and performance. Benchmarking: An International Journal. Studi ini menemukan bahwa penggunaan teknologi e-procurement berdampak positif pada efisiensi operasional, termasuk penurunan harga beli dan biaya transaksi.

Gunasekaran, A., & Ngai, E. W. (2008). Adoption of e-procurement in Hong Kong: An empirical study. International Journal of Production Economics, 113(1), 159-175. Penelitian ini menunjukkan bahwa kompetisi yang lebih tinggi di antara pemasok berkat e-procurement menyebabkan penurunan harga beli.

OECD. (2014). Recommendation of the Council on Digital Government Strategies.

OECD. (2020). Digital Government Index.

Qiao, Y., & Wang, C. (2020). Digital technology, fiscal transparency, and public procurement efficiency: Evidence from China. Sustainability, 12(23), 10173. Penelitian ini menyoroti bagaimana teknologi digital, termasuk e-procurement, meningkatkan transparansi dan mempercepat proses pengadaan, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi fiskal.

Ranganathan, C., & Grandon, E. (2002). An exploratory study of the digital divide in e-commerce. Information & Management, 39(6), 467-477. Penelitian ini menyoroti bagaimana kesenjangan digital, termasuk akses internet, dapat menjadi penghambat bagi adopsi dan efektivitas teknologi elektronik, yang relevan dengan konteks e-procurement di wilayah perbatasan.

Van Dijk, J. (2020). The Digital Divide. Polity Press.

Williamson, O. E. (1975). Markets and Hierarchies: Analysis and Antitrust Implications. New York: Free Press.

Williamson, O. E. (1985). The Economic Institutions of Capitalism. New York: Free Press.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-22