POLA PERILAKU EKONOMI MASYARAKAT DESA ENTIKONG, KAWASAN PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA
DOI:
https://doi.org/10.51195/iga.v16i1.106Keywords:
Perilaku Ekonomi, Masyarakat, Kawasan PerbatasanAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pola perilaku ekonomi dan mengidentifikasi faktor pembentuk perilaku ekonomi masyarakat di Desa Entikong, Kecamatan Entikong. Aspek pola perilaku ekonomi yang diteliti mencakup perilaku konsumsi, perilaku menabung, perilaku investasi dan perilaku berhutang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa komunikasi langsung dan alat pengumpul data berupa pedoman wawancara. Informan penelitian dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria yang ditetapkan yakni tingkat pendapatan dan tingkat pendidikan yang mewakili setiap Dusun. Teknik analisa data yang digunakan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pola perilaku ekonomi masyarakat di Desa Entikong berdasarkan aspek perilaku konsumsi berupa pertimbangan pembelanjaan, rencana pembelanjaan, pembelanjaan impulsif (tanpa rencana) dan tidak terduga, serta diskusi pembelanjaan dengan anggota keluarga inti. Berdasarkan aspek perilaku menabung mencakup kebiasaan menabung masyarakat, alokasi tabungan baik rutin maupun insidental dan tujuan menabung. Berdasarkan aspek perilaku investasi berupa pemahaman masyarakat terhadap konsep investasi dan tindakan investasi yang sudah dilakukan. Berdasarkan aspek perilaku berhutang berupa pertimbangan hutang, subjek pemberi hutang (kreditur), dan penggunaan dana hutang (konsumtif dan produktif).
References
Amaliawiati, L., & Murni, A. (2012). Ekonomi Mikro. PT Refika Aditama.
Baddley, M. (2019). Behavioural Economics and Finance. Routledge.
Beekum, R. I. (2004). Etika Bisnis Islam. Pustaka Pelajar.
Benjamin, D. J., Choi, J. J., & Fisher, G. (2016). Religious Identity and Economic Behavior. Review of Economics and Statistics, 98(4), 617–637. https://doi.org/10.1162/REST_a_00586
BPS Kabupaten Sanggau. (2023). Kecamatan Entikong Dalam Angka 2022. https://sanggaukab.bps.go.id/publication/2023/09/26/0d3154a1b4371016972c36a2/kecamatan-entikong-dalam-angka-2023.html
Budiman, J. (2018). Bidai dan Takin Dalam Perspektif Sosio-Ekonomi Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia. JSHP ( Jurnal Sosial Humaniora Dan Pendidikan), 2(1), 85. https://doi.org/10.32487/jshp.v2i1.281
Budiono. (2017). Ekonomi Mikro. BPFE-Yogyakarta.
Chetty, R. (2015). Behavioral Economics and Public Policy: A Pragmatic Perspective. American Economic Review, 105(5), 1–33. https://doi.org/10.1257/aer.p20151108
Colquitt., L., & Wesson. (2009). Organizational Behavior. McGraw-Hill.
Damsar, & Indrayani. (2011). Pengantar Sosiologi Ekonomi. Kencana.
Frederic Skinner, B. (2013). Ilmu Pengetahuan dan Perilaku Manusia. Pustaka Pelajar.
Johannes, A. W. (2019). Penanganan Masalah-Masalah Sosial di Kecamatan Kawasan Perbatasan Kabupaten Sanggau. Jurnal Ilmu Pemerintahan Suara Khatulistiwa, 4(2), 50–61. https://doi.org/10.33701/jipsk.v4i2.763
Mankiw, N. G. (2018). Pengantar Ekonomi Mikro. Penerbit Salemba Empat.
Mathras, D., Cohen, A. B., Mandel, N., & Mick, D. G. (2016). The effects of religion on consumer behavior: A conceptual framework and research agenda. Journal of Consumer Psychology, 26(2), 298–311. https://doi.org/10.1016/j.jcps.2015.08.001
Niko, N. (2016). Kemiskinan Sebagai Penyebab Strategis Praktik Humman Trafficking di Kawasan Perbatasan Jagoi Babang (Indonesia-Malaysia) Kalimantan Barat. Prosiding Seminar Nasional INDOCOMPAC, 515–524.
Purnamasari, W., Kara, M. H., AR, Moh. S., & K, A. (2016). Perkembangan Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan Negara Indonesia Malaysia di Sambas. Jurnal Diskursus Islam, 4(2), 217–247. https://doi.org/https://doi.org/10.24252/jdi.v4i2.7364
Rahmaniah, S. E. (2015). Peran Generasi Bina Bangsa (Genbi) dalam Memberdayakan Masyarakat Perbatasan Jagoi Babang Kab. Bengkayang. INFERENSI, 7(1), 183. https://doi.org/10.18326/infsl3.v9i1.183-208
Razak, & Elyta. (2017). Faktor Penghambat Kerajinan Anyaman Tangan di Perbatasan Sajingan Besar dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean. Sosiohumaniora, 19(3), 213–217.
Robbins, S. P., & Judge, T. (2011). Organizational behavior (14th ed.). Prentice Hall.
Rupita, R. (2020). Kehidupan Perempuan Perbatasan: Kemiskinan dan Eksploitasi (Kajian Kasus di Perbatasan Jagoi Indonesia-Malaysia Kalimantan Barat). Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 3(1), 135–145.
Rustantono, H., Soetjipto, B. E., Wahjoedi, W., & Sunaryanto, S. (2020). Socio-economic factors and rural competitive advantage: The moderating role of economic literacy. Journal of Asian Finance, Economics and Business, 7(8), 151–159. https://doi.org/10.13106/JAFEB.2020.VOL7.NO8.151
Schultz, D. P., & Ellen Schultz, S. (2014). Sejarah Psikologi Modern. Penerbit Nusa Media.
Siburian, R. (2012). Pulau Sebatik: Kawasan Perbatasan Indonesia Beraroma Malaysia. Jurnal Masyarakat & Budaya, 14(1), 53–76.
Thaler, R. H. (2016). Behavioral Economics: Past, Present, and Future. American Economic Review, 106(7), 1577–1600. https://doi.org/10.1257/aer.106.7.1577
Tokar Asaad, C. (2015). Financial literacy and financial behavior. Financial Services Review, 24(2), 101–117. https://doi.org/10.61190/fsr.v24i2.3236
Wawan, A., & M, D. (2010). Teori dan Pengukuran: Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Manusia. Nuha Medika.